kelinci hias
Sumber Gambar https://kelincipedia.com/

Ternak Kelinci Hias Atau Kelinci Pedaging ?

Posted on

Peternak kelinci di Kota Batu sekarang ini tengah alami kelesuan, bahkan juga dari kelesuan itu menyebabkan menyusutnya jumlah peternak. Tetapi satu diantara grup peternak kelinci di Kota Batu ini, malah tetaplah bertahan walau tengah dirundung kelesuan. Yaitu Grup Peternak Aji Jaya, di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Sekarang ini dari 50 jumlah peternak kelinci, cuma tinggal tidak kurang dari 20 peternak saja. Tetapi mereka dapat bertahan karna mereka coba membanting setir dari kelinci hias ke kelinci pedaging.

Hal semacam ini dikisahkan oleh satu diantara peternak kelinci Aji Jaya, Masyhuri Azhar (24). Awalannya, Masyhuri lakukan dedikasi orang-orang yang ambil riset mengenai kelinci di Bumiaji. Waktu itu, th. 2000-an di Bumiaji ini umumnya peternak kelinci hias, tetapi mulai sejak th. 2013 mulai bertukar ke peternak kelinci pedaging. Masyhuri menyebutkan, perubahan dari kelinci hias ke kelinci pedaging karena harga kelinci hias yang turun mencolok.

kelinci hias
Sumber Gambar https://kelincipedia.com/

” Kami cobalah mengajak peternak ini untuk berpindah ke kelinci pedaging. Karna kelinci pedaging ini semakin banyak faedahnya, ” kata dia waktu didapati di markas hasil olahan kelinci di Desa Bumiaji, Selasa (16/5/2017).

Kelinci pedaging ini, memanglah mesti kelinci pilihan, yaitu dapat beranak banyak, mempunyai perkembangan bobot yang cepat, serta mempunyai ketahanan badan yang kuat. Dan, adalah kelinci turunan Hybrida yang di-import dari China serta Perancis serta berjenis New Zealand White.

Mulai sejak waktu tersebut, peternak di Bumiaji jadi peternak kelinci pedaging. Bahkan juga, mulai sejak 2015 mereka telah dapat hasilkan product olahan sendiri dari kelinci. Seperti kerajinan tas dari kulit kelinci, abon kelinci, nugget, sampai pakan untuk kelinci.

Baru, dibuat system untuk pemrosesan itu. Yaitu ada tiga pengelolahan, dari mulai pemeliharaan indukan, penggemukan, serta pemotongan. Ia menyebutkan, ke-3 itu dibagi pekerjaan ke tiap-tiap peternak. Umumnya peternak di Bumiaji lakukan sistem penggemukan kelinci pedaging sebelumnya dipotong.

” Umur kelinci yang dikerjakan sistem penggemukan adalah 35 hari hingga 90 hari. Baru umur 3 bln. dapat dipotong serta dikonsumsi, ” tambah alumnus Fakultas Peternakan Kampus Brawijaya ini.

Untuk sistem perindukan serta pemotongan dikerjakan oleh dianya serta dua orang peternak yang lain. Tiap-tiap tempat tinggal di peternak, lakukan penggemukan kelinci sekitaran 9 ekor. Dari keseluruhan sekarang ini ada sekitaran 200 ekor kelinci pedaging. Dari jumlah itu, di pastikan selalu jadi bertambah, seandainya beberapa peternak dapat maksimum lakukan penggemukan.

Untuk berikan makan, ada juga takarannya, yaitu tiap-tiap 2, 5 kg makanan yang di beri mesti dapat hasilkan 1 kg daging kelinci. Dalam pengertian, dari 2, 5 kg makanan yang didapatkan, berat kelinci mesti jadi bertambah satu kg. Karenanya memengaruhi harga kelinci, yaitu Rp 75 ribu perkilogramnya. Paling tidak dalam satu minggu dapat hasilkan 50 kg daging.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *